“Dunia ini panggung sandiwara
Ceritanya bisa berubah
Ada peran wajar dan ada peran berpura-pura
Mengapa kita bersandiwara”
Lagu God Bless tadi jadi mengingatkan saya akan peran-peran yang telah dan akan kita jalani.
Waktu berperan menjadi anak adalah saat yang paling menyenangkan. Saat itu kita bermain, tertawa dan menangis tanpa beban. Ibu dan bapak selalu sabar menjaga kita. Teringat masa-masa nakal dahulu jadi sedih rasanya hati ini. Sekarang ibu dan bapak sudah termakan usia, tetapi rasa sayangnya terhadap saya tidak pernah berkurang, tidak seperti jatah usianya. Terlebih sejak kehadiran putra putriku, tatapan mata mereka ketika menyapa anak-anakku seperti menatapku waktu kecil dulu.
Setelah berperan menjadi anak, aku kini menjadi seorang suami sekaligus ayah bagi anak-anakku. Dulu aku merengek untuk sebuah mainan sekarang aku bersusah payah membelikan mainan untuk anakku. Dulu aku sering bolos sekolah sekarang aku takut jika anakku tidak bersekolah. Aneh rasanya, ternyata rasa ini dialami juga olehku. Rasa yang dialami kedua orang tuaku dulu. Semoga rasa menjadi kakek dan nenek, seperti yang dialami orang tuaku dapat aku rasakan juga. Terima kasih Ya Allah telah kau berikan banyak peran dalam hidupku, menjadi anak, pegawai, suami, ayah dan pengusaha. Semoga masih Kau ijinkan aku merasakan nikmatnya menjadi kakek..Amin








Peran sbgai imam, paling penting dlm hidup, mengarahkan, membimbing, dg contoh2 sederhana dlm hidup dan kehidupan
Krn semua yg berada didekat kita hanyalah titipan.
Salam
BP
Thanks mas Bob atas masukkannya..memang imam merupakan peran yg paling kritikal..
semoga kita bs menjaga dgn baik segala titipanNya.. Amin