Penantian panjang Chelsea untuk dapat lolos ke final Liga Champion 2008 akhirnya berakhir juga. Padahal musim ini terbilang musim terberat bagi Frank Lampard cs. Gimana tidak, baru saja ditinggal Mourinho trus penggantinya cuma seorang Avram Grant… gak pernah kedengaran namanya eh langsung nukangin Chelsea. Ditambah lagi pertandingan pertama setelah lepas dari Mourinho, kalah sama “Setan Merah”.

Tanggal 01-05-2008 hari bersejarah buat Chelsea, saya menunggu pertarungan semi final leg 2 antara Chelsea versus Liverpool, persiapan menonton sudah matang, ada kopi trus biskuit, mie instant tapi gak pake kacang cause gigi da g kuat lagi… (ky kakek2.. hihihi) pokoknya lengkap deh.. biar gak ketiduran main games Seal Online, lumayan bisa nambah level jadi 35.

Tepat pkl 02.00 WIB, saya berhenti main games online trus bikin kopi nescafe original, sama Indomie rasa bakso sapi.. wah.. sedap betul..,

Sambil menunggu pertandingan dimulai, makan mie instant trus minum kopi deh.. eh g terasa udah pagi.. kesel gak sih.. ternyata gw ketiduran…!!! yang nonton malah istri tercinta.. saya sempet complain sama istri tapi kata istriku.. “Udah dibanguin tapi tetap aja g melek2..” akhirnya cuma bisa liat hasilnya di detik.com,  gak apa2 deh tidak nonton pertandingannya, yang penting Chelsea lolos ke final dengan agregat 4-3.

Bravo Chelsea..!! Mudah2an final di Moscow nanti, u bisa meluluhlantahkan Manchester United… I hope

Kalo ditabok(baca: dipukul) sama orang selama 3 hari niscaya rumah sakit tempat peraduan terakhir tapi kalo sama ESQ.. funtastikkkkkkk

Le Meridien jadi saksi megah hancurnya kesombongan. Tepatnya tgl 4-5 April kemarin.. Saya dan Herdy dapat kesempatan untuk mengikuti training ESQ.  Sebelumnya saya ragu mo mengikuti training tersebut wong pas banget sama acara kongkow2 dengan Fis3 (baca: Teman2 SMA). Tapi akhirnya ya udah lah daripada keluar duit ke Ancol.. hehehe..

Disana saya byk menemui rekan2 dari berbagai perusahaan.. sumpah byk bgt sekitar 250 orang. Saya sempat ragu nih.. materinya bisa kena gak nih dengan jumlah peserta sebanyak ini…. Tapi ternyata… eng ing eng..

ESQ memberikan materi dengan begitu lugas.. tidak berkesan menggurui dan yg paling penting… Konsumsinya itu loh….bukan deng.. yg paling penting ESQ py cara unik untuk menyampaikan pesan moral yg panjang banget untuk diceritakan.. terlepas dari kelebihannya.. tentunya masih ada kekurangan disana sini yg awalnya sangat mengganggu saya selama mengikuti training tersebut…

Adalah fasilitas berlebihan yang disajikan kepada peserta yang membuat saya pada awalnya sulit mencerna. Le Meridien, Makan Siang yg luar biasa, Layar lebar 3 buah, Sound System Dashyatttt… Kenapa ESQ tidak melakukan efisiensi biaya agar dapat lebih banyak menyisihkan untuk kegiatan lain…

Semoga saja ini sudah diperhitungkan oleh rekan2 di ESQ… dan mungkin saja ada misi lain yang lebih mulia dan terencara dibalik fasilitas berlebihan itu…

So buat kamu yang belum.. kapan ikut training ESQ?

Mungkin kita semua sudah merasakan perubahan iklim yang makin gak jelas jadwalnya. Bencana dimana-mana, banjir, longsor, angin puting beliung sudah jadi berita yang tak pernah habis. Alam ini benar-benar tersiksa akibat perbuatan yang telah kita lakukan. Mungkin kalau alam bisa berbicara bahasa kita, paling dia akan teriak.. “da gila kali lo..”, or “da puas om??!!”.

Memang apa yang kita lakukan selama ini sadar atau tidak telah begitu banyak menyakiti, merusak, dan menghancurkan bumi. Contoh sederhana adalah sudah berkurangnya tanaman di rumah kita, tergantikan dengan garasi mobil or teras beton yang sama sekali g bersahabat. Belum lagi efek rumah kaca, pemakaian produk yang merusak lapisan ozon, penambangan liar yang benar-benar liarrrrrrrrrrrrr…..

Saya berharap rekan-rekan yang membaca artikel ini mencoba merubah gaya hidup kita, gak perlu ekstrem.. minimal mulai dari lingkungan rumah sendiri, nanam pohon kek or kurangi pemakaian kendaraan bermotor and pakai kendaraan bebas polusi dan sehat.. seperti ini nih… :)

Sejak dulu saya selalu diajarkan untuk menjadi orang pintar trus nantinya bekerja dan mempunyai penghasilan yang layak. Waktu itu saya berfikir bahwa menjadi orang “nomor 1″ adalah tujuan hidup sehingga seringkali bila menjadi “nomor 1″, seseorang merasa dirinya diatas segalanya. Contoh terkecil dapat saya lihat dari pelanggan warnet saya. Rata-rata anak2 yang pintar mempunyai tabiat yang kurang baik, sombong dan memandang rendah teman2nya yang kurang pintar.

Dari sini saya dapat mengambil kesimpulan bahwa “mencetak” anak menjadi pintar adalah pekerjaan mudah tetapi menjadikan anak pintar dan rendah hati merupakan hal yang sangat sulit.

Baru-baru ini saya mengalami hal sederhana yang membuat mata hati saya terbuka. Saya didaulat untuk menjadi pelatih team futsal anak2. Mereka begitu percaya 100% kalo saya mampu membawa kemenangan.. Alhamdulillah team kami terus merangkak naik but akhirnya kandas diposisi 3. Anak2 sangat bangga dan berterima kasih kepada saya. Pada saat itu saya sangat gembira dan merasa diri saya menjadi bermanfaat bagi anak2.

Ternyata lebih “nikmat” menjadi org bermanfaat daripada menjadi org pintar ataupun kaya but untuk menjadi org bermanfaat kita harus memiliki ilmu.. so adalah kurang tepat bila kita mendidik (menuntut) anak kita untuk menjadi org pintar or kaya.

Akan lebih bijaksana apabila org tua “menuntut” anaknya untuk menjadi seorang yg bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya..

“Sebaik-baik manusia adalah manusia yang dapat bermanfaat bagi manusia lainnya”

Next Page »